Mbah Moen mengatakan jika seseorang mati pada 2 hari tersebut bisa tergolong pada orang yang mulia.
Hari yang diungkap Mbah Moen tersebut adalah Selasa dan Jumat.
"Sekarang malem Selasa, kebetulan bapak ku wafat malem selasa, ketika matahari tenggelam, hari Selasa," ujar Mbah Moen dikutip mantrasukabumi.com dari akun Instagram @ppalanwarsarang pada Jumat, 27 Agustus 2021.
"Ibuku Selasa, Mbah ku juga Selasa, buyut ku juga Selasa, para Kiayi juga banyak yang Selasa," tuturnya.
"Pada Selasa itu Allah menciptakan gunung, Ulama itu ibarat gunung, kalian harus tahu, faham ya!," ungkapnya.
Pada kesempatan lain juga Mbah Moen sering membahas tentang rahasia hari, terutama hari selas yang ia inginkan wafat di hari itu.
Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh murid kesayangan Mbab Moen, yakni Gus Baha.
"Beberapa hal yang terkait keluarga seperti sudah terencana, beliau sering cerita kalau mbah-mbah beliau wafat di hari Selasa," ungkap Gus Baha.
"Yang saya kenang itu beliau guyon, guyonnya itu baik semua," ujar Gus Baha.
"Jika aku mati Selasa berarti aku Ulama. Karena ulama itu matinya hari Selasa, jika aku matinya hari Jumat berarti aku ini Wali," ucap Mbah mun ketika itu.
"Kalau aku sih mati Selasa atau Sabtu bodo amat, orang gak ada pengaruhnya, orang-orang tidak akan menganggap ulama. Konteksnya ini ulama," ucap Gus Baha.
"Jadi enggak usah ngarep mati hati Selasa, nggak ngaruh, maksud Mbah Moen itu konteksnya ulama," jelasnya
"Kok enak semua Mbah? Jawab Saya, Mbah Moen pun tertawa," tuturnya
"Artinya begini, betapa khusnudzonnya Mbah Moen pada Allah SWT," tandasnya.
Amalan Penyempurna Datangnya Rezeki, Ustadz Adi Hidayat: Lakukanlah Walau Hanya 1 Kali dalam Seminggu
Dalam sebuah ceramah, Ustadz Adi Hidayat mengatakan bahwa rezeki semua makhluk hidup itu sudah diatur oleh Allah SWT.
“Rezeki ditetapkan diberi petunjuk, pasti dapat,” kata UAH, seperti dilansir dari YouTube Gelora Islam yang diunggah 19 Juli 2021.
Bahkan menurutnya tidak ada satupun makhluk hidup di dunia yang tidak mendapatkan rezeki dari Allah.
Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad SAW bersabda, “Seseorang tidak akan pernah meninggal dunia sampai didapatkan semua rezekinya.
“Jangankan manusia, binatang saja dijamin,” tegas Ustadz Adi Hidayat.
Hal itu menurutnya dijelaskan dalam Quran surah 11 ayat ke 6.
“Jangankan manusia, binatang melata yang jalannya lambat rezekinya sudah ada, sudah diatur,” ujarnya.
Menjelaskan hal tersebut Ustadz Adi Hidayat membahas mengenai cicak yang hidup melata di dinding, sedangkan makanannya adalah nyamuk yang memiliki sayap dan bisa terbang.
Walaupun cicak tidak bisa terbang, namun Allah mentakdirkan nyamuk mendatanginya lalu dimakanlah oleh si cicak.
UAH mengatakan bahwa hal itu diabadikan dalam sebuah lagu yang berjudul ‘Cicak-cicak di dinding.”
Artinya, meskipun cicak hidupnya melata karena memang ditakdirkan begitu, akan tetapi rezeki selalu datang padanya karena telah menuruti perintah Allah.
“Rezeki itu begitu jelas, pasti dijamin, yang belum jelas itu surga. Mau kemana di akhirat. Pilihannya hanya dua, kalau tidak neraka ya surga,” jelas Ustadz Adi Hidayat.
Adapun amalan yang harus dikerjakan untuk menyempurnakan dijelaskan dalam sebuah ayat.
“Ayat ini turut saat orang-orang semangat berjuang secara fisik,” jelasnya.
Allah berfirman, “Hendaklah ada sebagian dari kalian yang sibuk menyempakan 1 waktu dalam sepekan untuk belajar agama.”
Oleh sebab itu, Ustadz Adi Hidayat menekankan agar meluangkan minimal 1 waktu dalam seminggu untuk belajar agama agar rezeki datang dengan sempurna.
